Selamat Datang di Blog kami

Semoga Anda mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dengan blog kami

Rabu, 27 Januari 2010

Suporter Bonek? Why?

Kalau bicara mengenai Bonekmemang tiada habisnya. Fonomena Bonek ini sebenarnya sudah lama semenjak era perserikatan masih ada di Indonesia. Fanatisme berlebihan dari penggila sepakbola di Surabaya terhadap tim Persebaya memang sudah dikenal , dan barangkali masih segar dalam ingatan bahwa Surabya dullu pernah punya tim galatama macam Mitra Surabaya atau Niac Mitra Surabaya, kemudian ada Assyabaab SGS , tapi mereka tidak punya supporter sefanatik Persebaya.
Mungkin bagi Bonek Persebaya bukan hanya sekedar klub, seperti halnya masyaraakt Catalan akan klub Barcelona atau masyarakat Basque pada Tim Atletic Bilbao, yang sampai sekarang hanya menggunakan pemain berdarah Basque. Lizarazu –mantan pemain timnas juara 1998 Perancis-meski warga Perancis tapi punya darah basque.
Bonek adalah representasi dari semangat yang begitu berkobar dalam diri orang Jawa Timur khususnya Surabaya. Hanya dulu ketika peristiwa 10 November 1945 bonek melawan tentara Sekutu, tapi sekarang boneknya dalam mendukung tim Bajul Ijo Persebaya.
Sepakbola merupakan ajang untuk meninjukkan eksistensi mereka. Kejenuhan dan terhimpitnya mereka dalam kehidupan ekonomi membuat menjadi Bonek untuk melepaskan diri dari jerat ekonomi atau struktur social yang menempatkan mereka di pojok-pojok kehidupan.
So, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pihak klub Persebaya khususnya dalam masalah Bonek ini. Pertama Persebaya harus kebih serius menggarap para Bonek ini dengan lebih serius. Nampaknya hamper semua kontestan tim ISL tidak terlalu menempatkan dan melibatkan supporter ke dalam klub. Contoh bagus mungkin di Aremania atau The Viking bandung. Jangan kayak SNex dan Panser Biru yang saling bertengkar, ironis kan.
Inilah sebenarnya kendala utama . Pembinaan suorter masih kurang dilakukan, sehingga muncul bonek-bonek ini sendiri. Seharusnya pihak-pihak terkait memanfaatkan betul kehadiran supporter, karena penulis pun dulu pernah memiliki pengalaman sebagai supporter Pasoepati Pelita jaya Surakarta. Barangkali sediekit penulisaan ini bisa menajdikan pencerahan di tengah gersangnya sepakbola kitayang mundur di tempat…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar