Selamat Datang di Blog kami

Semoga Anda mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dengan blog kami

Selasa, 05 Januari 2010

MENTAL BURUK PERSEPAKBLAAN INDONESIA

Di tulisan ini penulis hanya ingin menyampaikan keluh kesah tentang bagaimana di persepakbolaan Indonesia ada saja peristiwa yang mencoreng sportivitas olahraga itu sendiri. Mulai dari pemukulan wasit, pelemparan oleh penonton, perusakan fasilitas lapangan, suap, pemalsuan umur dan kasus kasus lainnya.

Ini ditambah dengan potret buram prestasi sepakbola Indonesia yang selalu gagal pada even-even internasional. Terakhir di SEA GAMES 2009 di Laos timnas dipermak Myanmar dan Vietnam. Padahal tim ini sudah dilatih di Uruguay, tetapi tetap saja gagal total. Prestasi hebat kita di masa lalu menjadi macan Asia seakan menguap begitu saja. Apa yang kurang dari persepakbolaan Indonesia?

Mungkin yang utama adalah faktor mental dari para pelaku sepakbola di Indonesia. Kalau secara ekonomi, Argentina, Brazil, Uruguay atau mungkin negara-negara Afrika seperti Kamerun, Nigeria kondisi ekonominya lebih parah. Tetapi mereka tetap bisa berprestasi. Bahkan kalau dibilang talent, ada yang mengatakan bakat kita sama dengan Uruguay.

Kalau kita mengaca pendapat Koentjaraningrat tentang sifat manusia Indonesia, atau sikap mental bangsa Indonesia, mungkin ada benarnya. Bangsa kita punya sifat jelek suka menerabas. Tidak taat pada prosedur yang ada. Pingin kaya lalu pergi ke dukun, pingin lulus UN beli kunci jawaban. Pingin kaya korupsi. Menggelitik sekali kalau anda sempat menyaksikan sinetron komedi Awas Ada Sule tanggal 17 Desember 2009, kanjeng Mami cari penjaga rumah yang pinter berbahasa Inggris, katanya maling sekarang pintar bahasa Inggris, yaitu maling yang dicari KPK

Kembali lagi maslah prestasi sepakbola kita yang jalan di tempat, mental suka menerabas ternyata milik pengurus PSSI. Mereka mengirimkan pemain ke Uruguay untuk berlatih, tetapi mereka tetap satu tim jadi tetap berkumpul pada satu tim. Beda kalau mereka datang sendiri ke Uruguay dengan biaya sendiri, pasti akan lebih baik. Liat aja film Tsubatsa, dia udah terhebat di Jepang tapi di Brazil dia harus bersaing, bahkan ketika di Spanyol ia malah sempat bermain di divisi 2 dengan Catalonia B.

Mentalitas bangsa yang jelek inilah sebenarnya penyebab kegagalan persepakbolaan kita. Mental tidak sportif, menghalalkan segala cara, tiak mau mengakui kekalahan. Yah jangan salhkan kalao persepakbolaan kita jalan di tempat. Mungkin hal ini bisa menjadi perenungan kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar