Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Juli 2010
Realitas Sosial dalam Pembelajaran Sosiologi
Pembelajaran Sosiologi yang selama ini ada memang dianggap sebagian siswa sebagai pelajaran yang membosankan. Ini dikarenakan metode guru mengajar yang masih berlandaskan ceramah. Padahal Sosiologi sebagai pelajaran Sosial akan lebih menarik ketika siswa diajak menganalisis permasalahan sosial yang sedang terjadi sehingga akan lebih menarik minat siswa untuk belajar. Jangan hanya berorientasi pada materi sehingga kemampuan anak dalam menganalisis ataupun mendeskripsikan permasalaahan sosial menjadi hilang. memang perlu kesabaran guru dalam mengeluarkan kemampuan siswa dalammenganalisis suatu permasalahan. Banyak metode pengajaran yang bisa dipakai, selamat mencoba, dan memang tujuan utama pembelajaran Sosiologi adalah membuat siswa lebih peka pada realitas sosial yang terjadi...
Selasa, 02 Februari 2010
HP bagi anak sekolah? Madu ataukah Racun
Penulis disini mancoba menuangkan berberapa ide berkaitan dengan penggunaan Hand Phone bagi murid-murid di sekolah. Adanya kebijakan pelarangan penggunaan Hand Phone bagi siswa di sekolah memang menjadikan pro-kontra. Pihak siswa banyak yang keberatan dengan penggunaan Hand Phone dilarang di lingkungan sekolah.
Disini penulis mencoba menguraikan bahwa pengggunaan Hand Phone telah bergeser fungsinyha yang semula alat komunikasi namun bergeser ke arah kecerundungan negatif atau menyimpang dari tujuan semula. Tentunya pihak sekolah tidak serta merta melarang penggunaan Hand Phone itu sendiri, namun sudah melalui kajian yang mendalam.
Mungkin hal inilah yang tidak disdari siswa dari efek penggunaan Hand Phone itu sendiri. Siswa menjadi tidak berkonsentrasi dalam pembelajaran di sekolah. Penulis sendiri menjumpai siswa asik bersms ria ketika pembelajaran di sekolah. Nah ini yang mungkin tidak disadari siswa bahwa Hand Phone telah menarik minatsiswa sehingga siswa tidak focus pada pelajaran
Motivasi belajar yang rendah ditambah dengan adanya Handphone ini juga membuat situasi belajar yang parah buat para siswa. Apalagi kita melihat dengan tuntutan hasil pembelajaran yangs emakin tinggi, maka hal ini menuntut keseriusan siswa dalam belajar.
Memang Hp jaman seakarang merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Apalagi HP sekarang ditambah dengan fitur-fitur yang sedemiukian menggoda (iman) sehingga kadang kita menuhankan HP itu sendiri. Maksudnya HP kita anggap segala-galanya. Banyak kasus orang yang celaka karena penggunaan HP. Bahkan pihak POLRI sampai emmberian denda yang mahal buat pengendara yang berHP ria. Saudara tetangga penulis sendiri juga mengalami kecelakaaan motor yang parah diakibatkan karena berHP ria. Bahkan, teman penulis di Facebook menyampaikan ada seorang karyawati yang tewas terlindas KA gara-gara asik berHP ria.
Kalau kita melihat siwa khusunya belum siap dlam mengantisipasi keberadaan HP itu sendiriTerjadi ketidaksiapan dalam mnmerima tehnologi HP sehingga banyak menggangu aktifitas kehidupan kita sendiri. Penulis sebenarnya merasa bahwa HP seperti tuyul,penguras uang kita, namun karena kebutuhan komuniaksi mau gimana lagi. So, semoga siswa bisa menerima pelarangan HPselaam proses KBM. Semoga bisa membawa sedikit pencerahan khususnya bagi siswa,gak usah marah dulu. Fikir dampak n
Disini penulis mencoba menguraikan bahwa pengggunaan Hand Phone telah bergeser fungsinyha yang semula alat komunikasi namun bergeser ke arah kecerundungan negatif atau menyimpang dari tujuan semula. Tentunya pihak sekolah tidak serta merta melarang penggunaan Hand Phone itu sendiri, namun sudah melalui kajian yang mendalam.
Mungkin hal inilah yang tidak disdari siswa dari efek penggunaan Hand Phone itu sendiri. Siswa menjadi tidak berkonsentrasi dalam pembelajaran di sekolah. Penulis sendiri menjumpai siswa asik bersms ria ketika pembelajaran di sekolah. Nah ini yang mungkin tidak disadari siswa bahwa Hand Phone telah menarik minatsiswa sehingga siswa tidak focus pada pelajaran
Motivasi belajar yang rendah ditambah dengan adanya Handphone ini juga membuat situasi belajar yang parah buat para siswa. Apalagi kita melihat dengan tuntutan hasil pembelajaran yangs emakin tinggi, maka hal ini menuntut keseriusan siswa dalam belajar.
Memang Hp jaman seakarang merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Apalagi HP sekarang ditambah dengan fitur-fitur yang sedemiukian menggoda (iman) sehingga kadang kita menuhankan HP itu sendiri. Maksudnya HP kita anggap segala-galanya. Banyak kasus orang yang celaka karena penggunaan HP. Bahkan pihak POLRI sampai emmberian denda yang mahal buat pengendara yang berHP ria. Saudara tetangga penulis sendiri juga mengalami kecelakaaan motor yang parah diakibatkan karena berHP ria. Bahkan, teman penulis di Facebook menyampaikan ada seorang karyawati yang tewas terlindas KA gara-gara asik berHP ria.
Kalau kita melihat siwa khusunya belum siap dlam mengantisipasi keberadaan HP itu sendiriTerjadi ketidaksiapan dalam mnmerima tehnologi HP sehingga banyak menggangu aktifitas kehidupan kita sendiri. Penulis sebenarnya merasa bahwa HP seperti tuyul,penguras uang kita, namun karena kebutuhan komuniaksi mau gimana lagi. So, semoga siswa bisa menerima pelarangan HPselaam proses KBM. Semoga bisa membawa sedikit pencerahan khususnya bagi siswa,gak usah marah dulu. Fikir dampak n
Rabu, 20 Januari 2010
lemahnya daya penulisan siswa
Ini problema yang penulis jumpai pada siswa terkait dengan lemahnya daya menulis siswa. Contoh sederhana ketika penulis menugaskan siswa untuk menulis sebuah rancangan penelitian, nampak sekali siswa kesulitan dalam menuangkan pemikirannya ke dalam sebuah tulisan.
Begitu juga siswa dalam menulis banyak yang copy-paste dari internet, tanpa diedit dulu atau menuliskan ata mencetak langsung sebuah artikel dari internet. Meski di blog penulis mengambil dari sumber lain, tapi di sini penulis menuliskan sumbernya. Pertanyaannya mengapa daya menulis siswa lemah?
1. maraknya tayangan TV
Tayangan TV yang marak mendorong anak lebih banyak menluangkan waktunya dengan menonton TV daripada membaca. Sehingga dengan lebih banyak melihat TV porsi untuk membaca kurang, sehingga akibatnya daya menulsinya pun ikut melemah
2. Adanya HP
Maraknya Hp juga membuat anak sekarang lebih banyak menggunakan HP daripada surat. Sifatnya yang praktis dan lebih cepat samapai membuat anak menjadi kurang dalam menggunakan daya menulisnya. Anak-anak muda menggunakan istilah yang mungkin asing buat orang-orang tua.
3. Soal yang orientasinya obyektif
Soal tes yang kebanyakan obyektif membuat siswa menjadi berkurang daya menulisnya. Dalam soal obyektif siswa tinggal emnyilang tau melingkari jawaban. Beda dengan soal esai yang menuntut kemampuan siswa dalam menuliskan jawaban. Dalam majalah Rindang pernah muncul artikel yang membahas soal Pilihan Ganda seperti yang ada di tes pada umumnya
Nah itu beberapa faktor yang menyebabkan siswa menjadi berkurang daya menulisnya. Semoga hal ini bisa menjadi renungan semua pihak khususnya yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Penulis dulu pernah membidani lahirnya sebuah majalah sekolah, namun karena sulitnya kaderisasi akhirnya majalah tersebut akhirnya mati..so…ternyata apa perkataan Arswenda bahwa Menulis itu Gampang ternyata susah tuh…
Begitu juga siswa dalam menulis banyak yang copy-paste dari internet, tanpa diedit dulu atau menuliskan ata mencetak langsung sebuah artikel dari internet. Meski di blog penulis mengambil dari sumber lain, tapi di sini penulis menuliskan sumbernya. Pertanyaannya mengapa daya menulis siswa lemah?
1. maraknya tayangan TV
Tayangan TV yang marak mendorong anak lebih banyak menluangkan waktunya dengan menonton TV daripada membaca. Sehingga dengan lebih banyak melihat TV porsi untuk membaca kurang, sehingga akibatnya daya menulsinya pun ikut melemah
2. Adanya HP
Maraknya Hp juga membuat anak sekarang lebih banyak menggunakan HP daripada surat. Sifatnya yang praktis dan lebih cepat samapai membuat anak menjadi kurang dalam menggunakan daya menulisnya. Anak-anak muda menggunakan istilah yang mungkin asing buat orang-orang tua.
3. Soal yang orientasinya obyektif
Soal tes yang kebanyakan obyektif membuat siswa menjadi berkurang daya menulisnya. Dalam soal obyektif siswa tinggal emnyilang tau melingkari jawaban. Beda dengan soal esai yang menuntut kemampuan siswa dalam menuliskan jawaban. Dalam majalah Rindang pernah muncul artikel yang membahas soal Pilihan Ganda seperti yang ada di tes pada umumnya
Nah itu beberapa faktor yang menyebabkan siswa menjadi berkurang daya menulisnya. Semoga hal ini bisa menjadi renungan semua pihak khususnya yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Penulis dulu pernah membidani lahirnya sebuah majalah sekolah, namun karena sulitnya kaderisasi akhirnya majalah tersebut akhirnya mati..so…ternyata apa perkataan Arswenda bahwa Menulis itu Gampang ternyata susah tuh…
Langganan:
Postingan (Atom)